![]() |
| Foto: Oktavianus Usajadi Soge |
Patisirawalang – Kondisi rabat jalan yang menghubungkan Desa Patisirawalang dengan Latonliwo mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan meski baru sekitar setahun digunakan. Sejumlah bagian jalan tampak mengalami retakan, sementara pada beberapa titik lainnya permukaan beton sudah mulai rusak.
Proyek pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 6 kilometer tersebut diketahui menelan anggaran sekitar Rp11 miliar. Infrastruktur yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan memperpendek waktu tempuh antarwilayah, kini menjadi sorotan warga karena kualitas fisiknya mulai menurun.
Pantauan di lapangan menunjukkan adanya retakan memanjang dan melintang pada beberapa ruas jalan. Di sejumlah titik, beton rabat juga terlihat pecah sehingga berpotensi semakin parah apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Waktu baru selesai dibangun, jalan ini sangat membantu masyarakat. Namun sekarang sudah mulai terlihat retak-retak dan ada bagian yang rusak, ujar salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Warga mengaku khawatir kerusakan akan semakin meluas, terutama saat memasuki musim hujan. Air yang masuk ke celah retakan dikhawatirkan mempercepat kerusakan struktur jalan sehingga mengurangi umur teknis infrastruktur yang seharusnya dapat bertahan lebih lama.
Selain munculnya kerusakan pada beberapa ruas, proyek tersebut juga disebut-sebut belum sepenuhnya rampung. Sejumlah pekerjaan masih menyisakan persoalan yang hingga kini belum dituntaskan, sehingga masyarakat menilai proyek tersebut masih tergolong mangkrak.
Jalan Patisirawalang–Latonliwo memiliki peran penting sebagai akses penghubung bagi masyarakat setempat. Selain menjadi jalur transportasi warga, jalan ini juga dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi, terutama distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari desa menuju pasar.
Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalan dan mengambil langkah perbaikan sebelum kerusakan semakin parah. Mereka juga meminta adanya evaluasi terhadap mutu pekerjaan agar proyek yang menggunakan anggaran besar tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, warga masih menantikan respons dari pihak pelaksana maupun instansi teknis terkait mengenai penyebab munculnya retakan dan kerusakan pada jalan yang baru berusia sekitar satu tahun tersebut.
![]() |
| Foto: Oktavianus Usajadi Soge |


